Halaman

Selasa, 02 Oktober 2012

Dalam Heningku, Teringat Padamu...!!!

Andai saja kau tak datang Aku takkan memandang, Andai saja kau tak tersenyum

Aku takan melamun, Dlm heningku… Teringat padamu…

Orang yg membuatku tampak berarti, dulu Ku berjanji dlm diri Dpatkan kau disini Hingga diriku tak sendiri

Sesaat hadirmu kukenang Dalam setiap helaan nafas lalu Kupejamkan kedua mata ini dan nyata bayangmu

kian menjauh,Ingin Kutitipkan cinta ini padamu simpanlah dgn Kunci dlm hatimu rapat

Jadikan semangat saat melangkah Pastikan indahpun terpahat disana’

Jika kau turunkan tangga untukku, aku akan memanjatnya seketika,

agar bisa mendekati singgasanamu, dan merasakan hangatnya sapamu

Bintangku, sekali lagi aku merayumu, masihkah kau acuhkan aku?

sampai detik ini inginku masih sama, “kau tetap menjadi bintang yg mnyinari gelap malamku”

Tak pantaskah aku jadi penghias? Selalu berjajar bersamamu,

menjadi serpihan hidupmu menghibur keresahan jiwa-jiwa ku yg terluka’

Ijinkan aku mengenang, nyayian rindu yang selalu mengalun indah dari bibirmu,

bagiku dunia begitu indah penuh warna Saat kita bertemu, indah yg kurasa…

Saat ku pergi, aku tau kau selalu menantiku. Apakah benar kaupun mencinta?

dan aku tau aku telah membiarkan kebahagiaanku lewat sekali lagi…

Senin, 01 Oktober 2012

TANDA - TANDA KEMATIAN

Kematian adalah termasuk didalam perkara-perkara yang dirahasiakan Alloh Ta’ala, namun bukan hal yang mustahil tanda-tanda kematian itu dapat dirasakan setiap hamba sebelum ajalnya tiba.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar ra, dari Nabi SAW, Beliau bersabda, "Lima kunci perkara ghaib, tidak mengetahuinya melainkan Alloh Ta’ala”.


1. Tiada yang mengetahui (kepastian mutlak) apa yang tersimpan di dalam rahim (kandungan perempuan) melainkan Alloh Ta’ala.


2. Tiada yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari melainkan Alloh Ta’ala.


3. Tiada seorangpun yang mengetahui bila waktunya hujan akan turun melainkan Alloh Ta’ala.


4. Tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati melainkan Alloh Ta’ala.


5. Tiada yang mengetahui bila Qiamat akan terjadi melainkan Alloh Ta’ala. (HR.Bukhori).



Hadits tersebut menjelaskan, bahwa tiada seorangpun yang mengetahui hal-hal yang ghaib kecuali Alloh Ta’ala. Adapun tanda-tanda sesuatu yang ghaib itu terkadang dapat kita rasakan wujudnya dari perkiraan dan kajian para ilmuan, misalnya:


- Kita dapat mengetahui janin berkelamin laki atau perempuan dalam kandungan via USG.


- Kita dapat mengetahui perkiraan cuaca akan turunnya hujan maupun cuaca cerah beberapa hari sebelumnya, dll.


Padahal sesuai hadist tersebut, semua itu adalah hal-hal yang ghaib, tapi mengapa manusia dapat mengetahuinya? nah kaji secara cermat dan membedakan mana hal yang ghaib mutlaq dan mana hal ghaib yang dapat kita ketahui tanda-tanda terjadinya perkara ghaib


Riwayat –riwayat hadist diatas mengingatkan kepada kita, sesungguhnya Alloh Ta’ala tidak pernah berlaku dzholim kepada hambanya. Tanda-tanda yang diberikan adalah untuk menjadikan manusia agar mendapat kesempatan bertaubat dan bersedia memahami perjalanan menuju alam barzakh.


Banyak hal-hal ghaib yang kita sama sekali tidak mengetahui kecuali Alloh Ta’ala yang Mahatahu,


Contoh yang paling gampang: Hari Kiamat itu pasti terjadi,


kapan hari terjadinya?


Tidak ada satu manusiapun yang dapat memastikan-nya, namun Alloh ta’ala memberikan tanda-tanda Kiamat kepada manusia.


Begitu juga kematian seseorang tidak ada satupun yang akan mengetahui kapan detik-detik ajal akan tiba, namun Alloh Ta’ala memberikan tanda-tanda seorang yang akan mati. Hanya saja ada orang yang merasakan tanda-tanda menjelang kematian dan ada pula yang acuh akan hal itu. Allah telah memberi tanda kematian seorang muslim, Ini adalah tanda pertama dari Alloh Ta’ala kepada hamba-Nya dan hanya akan disadari oleh mereka-mereka yang dikehendakiNya. Walau bagaimanapun semua orang Islam akan mendapat tanda ini, hanya saja mereka sadar atau tidak. sejak 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian.


Tanda 100 hari menjelang ajal :

Selepas waktu Ashar (Di waktu Ashar karena pergantian dari terang ke gelap), kita merasa dari ujung rambut sampai kaki menggigil, getaran yang sangat kuat, lain dari biasanya, Bagi yang menyadarinya akan terasa indah di hati, namun yang tidak menyadari, tidak ada pengaruh apa-apa.

Tanda 40 hari menjelang kematian :

Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur. Malaikat maut akan mengambil daun kita dan mulai mengikuti perjalanan kita sepanjang hari.

Tanda 7 hari menjlang ajal :

Akan diuji dengan sakit, Orang sakit biasanya tidak selera makan. Tapi dengan sakit ini tiba-tiba menjadi berselera meminta makanan ini dan itu.

Tanda 3 hari menjelang ajal :

Terasa denyutan ditengah dahi. Jika tanda ini dirasa, maka berpuasalah kita, agar perut kita tidak banyak najis dan memudahkan urusan orang yang memandikan kita nanti.

Tanda 1 hari sebelum kematian :

Di waktu Ashar, kita merasa 1 denyutan di ubun-ubun, menandakan kita tidak sempet menemui Ashar besok harinya.

Tanda-tanda Akhir:

Bagi yang khusnul khotimah akan merasa sejuk di bagian pusar, kemudian ke pinggang lalu ketenggorokan, maka dalam kondisi ini hendaklah kita mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Sahabatku yang budiman, subhanAllah, Imam Al-Ghazali, mengetahui kematiannya. Beliau menyiapkan sendiri keperluannya, beliau sudah mandi dan wudhu, meng-kafani dirinya, kecuali bagian wajah yang belum ditutup. Beliau memanggil saudaranya Imam Ahmad untuk menutup wajahnya. SubhanAllah. Malaikat maut akan menampakkan diri pada orang-orang yang terpilih. Dan semoga kita menjadi hamba yang terpilih dan siap menerima kematian kapanpun dan di manapun kita berada. Aamiin.

Kamis, 27 September 2012

SUARA HATI dan DOA

Ketika ada orang-orang memuji apa yang kita miliki, maka biasanya kita akan berkata kepada mereka, bahwa semua ini hanyalah titipan dari Yang Kuasa saja.

• Bahwa mobil kita yang Mewah dan Mutakhir adalah titipan-Nya.
• Bahwa rumah kita yang bagus adalah titipan-Nya.
• Bahwa harta kita yang bertumpuk juga adalah titipan-Nya.
• Bahwa putera-puteri kita pun adalah titipan-Nya.

Tapi mengapa kita tidak pernah bertanya kepada yang menitip pada kita?

• Mengapa Dia menitipkannya pada kita?
• Untuk apa Dia menitipkan semua itu pada kita?
• Kalau semuanya bukan milik kita, apa yang seharusnya kita lakukan untuk milik-Nya ini?
• Mengapa hati kita justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali oleh yang Punya?

Malahan ketika diminta-Nya kembali, seringkali kita sebut itu sebagai.

• Musibah.
• Ujian.
• Petaka.
• Apa saja untuk melukiskan bahwa semua itu adalah "Derita".

Seolah-olah semuanya itu adalah hukuman bagi kita. Kita tolak sakit-penyakit, kita tolak kemiskinan, kita tolak penderitaan.

Ketika kita berdoa, banyak yang minta “titipan” lagi yang sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan kita, kita selalu ingin mendapat lebih banyak.

• Mobil.
• Rumah.
• Harta.
• Popularitas dll.

Seolah-olah semuanya harus berjalan menurut kehendak kita barulah kita puas. Jadi bukan menurut Kehendak-Nya!

• Karena kita rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dari diri kita dan berkat-berkat seharusnya selalu mengalir menghampiri kita.

• Betapa egoisnya kita, seolah-olah kita berdoa dan meminta itu kepada mitra dagang dan bukan kepada Gusti Allah yang Maha Kuasa!

• Malahan selalu minta balasan atas “perlakuan baik kita” dan menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Padahal sering kali dalam doa-doa kita ucapkan, “hidup dan matiku kuserahkan pada-Mu.”

"Kita seringkali juga meminta untuk diajari agar menjadi seorang yang bijaksana, selalu bersyukur dalam segala hal, hidup seturut perintahperintah-Nya, tetapi pada kenyataan banyak di antara kita yang tidak benar-benar bisa seperti itu."

Minggu, 23 September 2012

Pekerja Shift Malam Rentan Terkena Penyakit Berbahaya


Waspadalah, para pekerja dengan shift malam maupun pekerja dengan jadwal fleksibel. Dengan jadwal kerja yang tak teratur seperti itu, kesehatan serta kesejahteraan Anda akan menjadi taruhannya.
Hal itu dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional belum lama ini. Seperti dijabarkan laman Genius Beauty, mereka telah melakukan perbandingan hasil lebih dari 30 kasus yang melibatkan dua juta orang asal Kanada dan Norwegia.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, mereka menemukan bukti bahwa pekerja dengan shift malam memiliki jam biologis tubuh tertanggu. Tak hanya itu, mereka pun berpotensi memiliki tekanan darah yang meningkat serta berisiko terkena diabetes.

Itu terbukti dari data 17 ribu pekerja malam yang mengaku mengidap penyakit jantung koroner. Bahkan lebih dari enam ribu pekerja malam lainnya mengaku sudah mengalami serangan jantung, sementara hampir 2.000 lainnya mengaku telah mengalami stroke.

Rentannya para pekerja malam akan penyakit berbahaya, sebenarnya memiliki alasan yang sangat sederhana. Para pekerja dalam shift itu tidak memiliki jadwal istirahat yang pasti. Mulai dari jadwal tidur maupun saat terjaga. Orang-orang tersebut dapat menjadi gembira dengan bantuan stimulan, dan menenangkan diri dengan bantuan obat penenang.

Selain itu, para pekerja malam umumnya memiliki pola makan berbeda. Di mana ketika sistem saraf aktif sepanjang waktu, akan timbul keinginan untuk melawan stres dengan makan. Akibatnya, darah akan menumpuk kandungan kolesterol.

Untuk itu para dokter menyarankan semua orang yang bekerja shift atau bekerja pada malam hari agar secara teratur memeriksa tingkat kolesterol dan tekanan darah mereka. Selain itu, tentu saja mereka juga diimbau untuk menjaga pola makan yang sehat dan tak lupa untuk berolahraga.