Halaman

Kamis, 27 September 2012

SUARA HATI dan DOA

Ketika ada orang-orang memuji apa yang kita miliki, maka biasanya kita akan berkata kepada mereka, bahwa semua ini hanyalah titipan dari Yang Kuasa saja.

• Bahwa mobil kita yang Mewah dan Mutakhir adalah titipan-Nya.
• Bahwa rumah kita yang bagus adalah titipan-Nya.
• Bahwa harta kita yang bertumpuk juga adalah titipan-Nya.
• Bahwa putera-puteri kita pun adalah titipan-Nya.

Tapi mengapa kita tidak pernah bertanya kepada yang menitip pada kita?

• Mengapa Dia menitipkannya pada kita?
• Untuk apa Dia menitipkan semua itu pada kita?
• Kalau semuanya bukan milik kita, apa yang seharusnya kita lakukan untuk milik-Nya ini?
• Mengapa hati kita justru terasa berat ketika titipan itu diminta kembali oleh yang Punya?

Malahan ketika diminta-Nya kembali, seringkali kita sebut itu sebagai.

• Musibah.
• Ujian.
• Petaka.
• Apa saja untuk melukiskan bahwa semua itu adalah "Derita".

Seolah-olah semuanya itu adalah hukuman bagi kita. Kita tolak sakit-penyakit, kita tolak kemiskinan, kita tolak penderitaan.

Ketika kita berdoa, banyak yang minta “titipan” lagi yang sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan kita, kita selalu ingin mendapat lebih banyak.

• Mobil.
• Rumah.
• Harta.
• Popularitas dll.

Seolah-olah semuanya harus berjalan menurut kehendak kita barulah kita puas. Jadi bukan menurut Kehendak-Nya!

• Karena kita rajin beribadah, maka selayaknyalah derita itu menjauh dari diri kita dan berkat-berkat seharusnya selalu mengalir menghampiri kita.

• Betapa egoisnya kita, seolah-olah kita berdoa dan meminta itu kepada mitra dagang dan bukan kepada Gusti Allah yang Maha Kuasa!

• Malahan selalu minta balasan atas “perlakuan baik kita” dan menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita.

Padahal sering kali dalam doa-doa kita ucapkan, “hidup dan matiku kuserahkan pada-Mu.”

"Kita seringkali juga meminta untuk diajari agar menjadi seorang yang bijaksana, selalu bersyukur dalam segala hal, hidup seturut perintahperintah-Nya, tetapi pada kenyataan banyak di antara kita yang tidak benar-benar bisa seperti itu."

Minggu, 23 September 2012

Pekerja Shift Malam Rentan Terkena Penyakit Berbahaya


Waspadalah, para pekerja dengan shift malam maupun pekerja dengan jadwal fleksibel. Dengan jadwal kerja yang tak teratur seperti itu, kesehatan serta kesejahteraan Anda akan menjadi taruhannya.
Hal itu dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional belum lama ini. Seperti dijabarkan laman Genius Beauty, mereka telah melakukan perbandingan hasil lebih dari 30 kasus yang melibatkan dua juta orang asal Kanada dan Norwegia.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, mereka menemukan bukti bahwa pekerja dengan shift malam memiliki jam biologis tubuh tertanggu. Tak hanya itu, mereka pun berpotensi memiliki tekanan darah yang meningkat serta berisiko terkena diabetes.

Itu terbukti dari data 17 ribu pekerja malam yang mengaku mengidap penyakit jantung koroner. Bahkan lebih dari enam ribu pekerja malam lainnya mengaku sudah mengalami serangan jantung, sementara hampir 2.000 lainnya mengaku telah mengalami stroke.

Rentannya para pekerja malam akan penyakit berbahaya, sebenarnya memiliki alasan yang sangat sederhana. Para pekerja dalam shift itu tidak memiliki jadwal istirahat yang pasti. Mulai dari jadwal tidur maupun saat terjaga. Orang-orang tersebut dapat menjadi gembira dengan bantuan stimulan, dan menenangkan diri dengan bantuan obat penenang.

Selain itu, para pekerja malam umumnya memiliki pola makan berbeda. Di mana ketika sistem saraf aktif sepanjang waktu, akan timbul keinginan untuk melawan stres dengan makan. Akibatnya, darah akan menumpuk kandungan kolesterol.

Untuk itu para dokter menyarankan semua orang yang bekerja shift atau bekerja pada malam hari agar secara teratur memeriksa tingkat kolesterol dan tekanan darah mereka. Selain itu, tentu saja mereka juga diimbau untuk menjaga pola makan yang sehat dan tak lupa untuk berolahraga.